Cerpen Zainab Sayang Keluarga Oleh : Nina Mufida



Zainab Sayang Keluarga

Dipagi yang cerah, dengan backgraud gunung semeru yang tampak jelas dibaluti oleh awan indah, serta kicauan burung yang berirama. Mewarnai hari-hari anak sholeh yang sedang memakai jilbab warna merah, dia tinggal di kaki gunung, desa pronoraga, lumajang. tempat nya yang sangat terasa di bawah gunung, cukup indah sekali jika dideskripsikan. Duduk di bangku kelas 9, dan sekarang dia sedang menikamati masa masa libur sekolah akhir semester. Libur ini dia gunakan untuk menghabiskan waktunya dengan selalu membantu ibunya, seperti membereskan rumah, mengantarkan sarapan untuk bapaknya, dan masih banyak aktivitas lain yang dia lakukan . hingga pukul 10.00 tiba,rasa bosan melandah, dia bingung ingin melakukan apa? Karena semua pekerjaan sudah selesai di lakukan. Muncul ide untuk bermain saja kerumah temannya.
“apa aku pergi kerumah aisyah aja ya!”.
Dia beranjak meminta izin kepada ibunya untuk pergi kerumah temannya. Aisyah-(adalah teman sejak kecil zainab). Sampai dirumah aisyah dengan mengandarai sepeda yang jaraknya sekitar 10 rumah dari rumahnya.
Mereka saling berbincang bincang sambil tertawa, tiba tiba datang ibu aisyah dari arah dapur, menghampiri mereka yang ada di ruang  tamu. Beliau meminta tolong zainab untuk mengantarkan aisyah membeli beras di kampong sebelah –karena aisyah tidak bias mengedarai motor. 
“nab, budhe boleh minta tolong!”.
“Apa budheeeeee?”
“Antarkan aisyah membeli beras di supermidi”.
“siap budhe! Tapi untuk ongkosnya per gas 10.000, dengan raut serius, kemudian….hahaha bencanda budhe, aku ikhlas membantu budhe dengan setulus hati lillahitalaa bukan semata ongkos (
“Mulutmu nab.. kayak lagi tausiah ajaa”.aisyah menimpali.
“Udah udah cepet berangkat nanti takut kalo tiba tiba hujan diluar.
Kalau sudah sampe nanti tak buatkan rujak kikil”.
Zainab serta aisyah pergi kerumah zainab untuk berganti kendaraan dan juga hendak berpamitan kepada ibunya.
“buk aku mau nganterin aisyah beli beras, ibu mau titip apa?”
“ibu titip belikan sate aja“.
‘’Oghey buu, berangkat ya assalamualaikum.”
“waalaikumsalam hati hati ,kalo udah dapet langsung pulang.!”.
Akhirnya mereka pergi mencari beras yang disuruh ibu aisyah, di supermidi. Namun
“kok gaada yah nab ,beli dimana ini yahh”. Mereka pergi mencari supermarket.
Setelahnya mereka menuju supermarket yang ada di RT.23 gang depan dan kebetulan sekali disebelah supermarket itu ada penjual sate, sebelum masuk mereka memesan sate dan lanjut memilih beras di dalam serta memilih beberapa keperluan alat sekolah mereka. 
Mereka merasakan angin yang tiba tiba sangat dingin dari arah luar. 
“Kok tiba tiba dingin ya nab? Kalo hujan gimana”
“tenang aja syah, aku bawa jas hujan”.
Sesudah urusan mereka selesai mereka keluar,dan ternyata awan yang paginya sangat indah kini berganti menjadi awan hitam yang sudah menutupi langit.sebelah selatan pun sudah tidak kelihantan sebab tertutup oleh kabut hitam. Awalnya mereka saling bertanya ada apa sebernarnya ini? Meraka melihat orang orang dari sebelah selatan Saling berlarian yang kelihatanya swdang mencari aman. Hingga seorang laki-laki paru baya lewat didepan mereka berdua. Denga kekhawatiran yang sangat jelas di raut wajahnya, zainab bertanya kepada laki laki tersebut.
“pak,pak ada apa ini pak?”
“gunungnya erupsi nduk, cepat pulang!!” hanya itu saja yang dia jawab kemudian dia pergi untuk lari. 
“ohh enggeh pak, makasih”.
Zainab langsung teringat oleh ibunya yang ada dirumah dia menelepon ibunya namun ponsel yang digunakan itu lowbatt untuk aisyah dia tidak bawa ponsel, dia meninggalkan di rumahnya. Mereka bergegas untuk pulang, yang ada dipikiranya sekarang adalah keluarganya di rumah dan rasa takut yang kini melandah mereka berdua. Zainab dan aisyah dengan kenekatannya pergi menembus kabut hitam itu karena memang arah rumah mereka sebelah selatan dari supermarket yang tadi dia masuki. Di tengah perjalan mereka dihentikan oleh seorang yang kelihatannya seperti pedagang. “ hey mau kemana kalian nak.”
“Pulang pak.” Mereka menjawab dengan tergesa gesa.
“jangan lewat sana ,bahaya lewat jalan kecil saja !” dia menunjukan jalan kecil yang ada disebelah kanan tempat cucian motor. Ketika hendak berbelok menuju cucian motor itu tiba-tiba motor yang dikendarai mati ,tak tahu kenapa ? feeling zainab, motornya mati mungkin karena kehabisan bensin karena tadi lupa dia isi. Dengan gerakan sat set zainab turun dan menyuruh aisyah turun juga , zainab membuka tengki bensinnya dan ternyata benar. KOSONG. Tidak tahu harus melakukan apa lagi zainab menitipkan motor maticnya di cucian motor tadi . mereka berlari seraya menangis karena rasa takut yang menghantui mereka , tidak peduli lagi wajah dan jilbab mereka berupa apa dan bewarna apa karena telah menerjang hujan abu dari tadi. Sampai di depan gang mereka ber pas-pasan dengan abang aisyah .arah abang aisyah akan menuju ke pemukiman karena keluarganya sudah ada disana semua. Aisyah  mengajak zainab untuk ikut pergi bersama abangnya namun zainab menolak karena yakin keluarga zainab masih ada dirumah menunggu dia.  Zainab dipinjami ponsel abang aisyah untuk menghubungi ibunya- mereka pergi duluan dan kini zainab sendiri sambil terus berlari menuju rumah nya.
telefonnya tersambung. “bu dimanaa?”
“ya allah anaku ,ibu ada di masjid al-falah nak kamu dimana , ibu udah sama bapak kamu, kamu dimana nak?”
“aku gapapa bu, aku uda……… zainab tidak sadar ponsel yang digunakan baterainya sisa 2% dan tinggal hitungan detik ponselnya mati. zainab pun belum selesai melanjutkan kalimatnya. Dua pikiran saling terbesit di otak zainab satu merasa lega karena mengetahui keberadaan keluarganya, disisi lain dia harus bagaimana untuk sampai di masjid al-falah?. Melanjutkan perjalanan terus sampai tidak tahu lagi sudah meloloskan air matanya sebanyak apa, dia tidak mengerti . hingga dia bertemu dengan tetengga zainab yang berbaik hati dan rela untuk harus berbalik arah agar bisa mengantarkan zainab.
“kok jalan sendiri, mau kemana nab bahaya!!.”
“ibuku ada di masjid al-falah padhe aku mau kesana”.zainab menjawab dengan wajah tetap gelisah.
“ayo tak anter kesana, cepat!”.
Dengan perasaan lega zainab menaiki motor tetangganya itu..
Sesampainaya didepan masjid zainab lega karena mengetahui ada mobil punya bapaknya yang terparkir, zainab turun dan berucap terimah kasih kepada tetangganya iyu. Dia lari mendekat ibunya “ ibuuuuuuuu, ” zainab memeluk ibunya dengan sangat erat karena rasa takut yang dari tadi dia rasakan. Dengan rasa khawatir dan gelisah sejak tadi dan tidak henti hentinya menangis memikirkan keadaan anak perempuannya ini. Ibu zainab membalas pelukan dan membersihkan wajah zainab yang sudah dibedaki oleh abu. Bersamaan dengan itu terdapat sebuah silauan cahaya mengerikan yang menyerupai kilat,mengeluarkan suara yang amat menggelegar . JEDIARRR
Zainab dan keluarga serta semua orang disekitar sana saling berteriak serta melantunkan segala sholawat dan dzikir, salah seorang dari sebelah barat mengumandangkan adzan dengan suara lantang serta fasih, membuat semua orang yang sedang berlindung di masjid al-falah itu sedikit tenang namun juga tidak menghilangkan kegelisahan di diri mereka.
 Dirasa hujan sedikit sudah reda mereka langsung bergegegas pergi karena takut kalau sampai gunung semeru erupsi lebih hebat lagi. Dari masjid al-falah hendak menuju pengungsian yang jauh dari gunung .
 Sesampainya di pemukiman mereka membereskan tempatnya untuk beristirahat  nanti malam dan hari hari kemudian sampai wilayah rumahnya memungkinkan untuk ditinggali. Disela sela itu, ibunya menanyakan kemana teman zainab yang tadi pergi bersamanya.
” lah temanmu yang tadi kemana nab”.
“udah ke pemukiman dulu bu¸karena saat di tengah perjalanan tadi dia berpas pasan sama abangnya.”
’’ kamu gak diajak tah?’’.
‘’Diajak bu’’.
“Kenapa kamu nggat ikut aja”.
‘’aku nggak mau bu, yang ada dipikiranku tadi hanya kalian , zainab yakin kalian nggak akan meninggalkan zainab, jika zainab selamat kalian harus selamat juga. Makanya tadi, dimanapun kalian berada zainab akan tetap cari! sebab zainab belum siap jika harus dipisahkan bapak sama ibuk’’. Zainab menjawabnya dengan menangis.



Oleh :
Nina mufida.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keterampilan Membaca Kelas XI, Oleh : Tareza Amalia

Keterampilan Membaca Kelas XI, Oleh : Firyal

Keterampilan Membaca Kelas XI, Oleh : Miftahul Farhad Abbas