Cerpen Seorang lelaki bungkuk dan sepotong Roti Oleh : Rangga
Seorang lelaki bungkuk dan sepotong
Roti
Suatu hari, ada seorang wanita
yang selalu membuat roti untuk makanan keluarganya setiap hari. Setiap hari,
wanita ini selalu membuat roti ekstra untuk ia berikan kepada orang lan yang ke
betulan melewati rumahnya dia meletakan roti itu di atas pagar rumahnya, roti
itu ia sajikan untuk siapa saja yang ingin memakan roti tersebut. Setiap hari
seorang lelaki yang sudah bungkuk datang untuk mengambil roti itu.
Tetapi bukanya mengucapkan trimakasih dan menunjukan
keramahan, pria itu malah menggerut sejumlah kata yang selalu dia ucapkan
setiap hari begini kira-kira ucapnya:”perbuatan burukmu akan tetap bersamamu,
perbuatan baikmu akan akan kembali kepadamu.” Hal ini berlangsung secara
terus-menerus, hari demi hari.
Pria bungkuk itu
selalu datang dan mengambil roti seraya mengucap hal itu. Wanita itu merasa
kesal:” Bukanya berterimakasih, malah menggerut.,” Begitu ucap wanita di dalam
hatinya setiap hari lelaki itu mengatakan hal yang sama, apa madsunya/ piker
wanita itu. Suatu hari wanita ingin menghilangkan pria bungkuk itu. Dia berniat
membuat roti dengan racun didalamnya. Tetapi ketika ia ingin meletakan roti itu
di atas pagar rumahnya, dia gemetar dan tersadar:” apa yang aku lakukan,.” Ucap
wanita itu pada dirinya sendiri. Roti itu akhirnya ia bakar habis, dan di
menggatinya dengan roti biasa.
Seperti
hari-hari sebelumnya, dia itu datang lagi dan tetap mengatakan hal yang sama
Wanita itu memiliki putra yang tengah merantau jauh dari tempat tinggal nya dan
sudah berbulan-bulan dirinya tak mendapatkan kabar tentang keberadaan putranya
itu wanita ini terus berdo’a agar putranya diberi keselamatan dan dapat kembali
kepadanya. Malam itu, pintu rumahnya di ketuk dari luar, wanita itu pun membuka
pintu rumahnya dan terkejut melihat sang anak berdiri dihadapanya.
Anaknya itu
terlihat sangat kurus dan lemah, ternyata dia kelaparan. Sang anak melihat
ibunya dan berkata:” ibu, ini keajaiban ketika aku masih jauh dari sini, aku
kelelahan dan pingsan. Aku mungkin akan
mati kelaparan , tetapi pada saat itu ada lelaki bungkuk yang datang melintas
dan memberiku sebuah roti,.” Ungkap sang anak. Pria itu berkata:” ini yang aku
makan setiap hari.
Hari ini aku harus
memberikanya padamu karna engkau lebih membutuhkanya daripada aku. Kemudian
seketika wajah ibunya memucat dan tersandar dia teringat akan roti beracun yang
hampir saja ia berikan pada lelaki bungkuk itu pagi tadi. Andai saja dia
memberikan roti itu kepada lelaki bungkuk itu tentu anaknya lah yang akan dia
racuni dangan tanganya sendiri. Akhirnya dia menyadari arti kata yang selalu di
ucapkan lelaki bungkuk itu:” Perbuatan buruk mu akan tetap bersamamu perbuatan
baik mu akan kembali kepadamu.”
Oleh : Rangga Kurnia Safals

Komentar
Posting Komentar