Cerpen Seorang Kyai Yang Berprofesi Sebagai Nelayan Oleh:Farhat Abbas

                                                       Sma Islam An-Nuuru Tirtoyudo

                                                                    

                                            Miftahul Farhat Abas

                                                        Xi Mia

                                             Cerpen Sang Kyai

 

Cerpen

Seorang Kyai Yang Berprofesi Sebagai Nelayan

 

Di Suatu Tempat Tepatnya Di Daerah Jawa Timur, Malang Di Pesisir Pantai Hiduplah Seorang Kyai Yang Bernama Kyai Abas Yang Masih Muda Dan Diperkirakan Beliau Berumur 34 Tahunan Dan Beliau Berprofesi Sebagai Nelayan, Setiap Hari Kyai Abas Selalu Pergi Mencari Ikan Untuk Makanan Setiap Harinya.Beliau Hidup Sangat Kekurangan Yang Mana Untuk Membeli Makan Saja Susah, Tetapi Beliau Memiliki Pondok Yang Kecil Dari Bambu Yang Santrinya Hanya Berisi 30 Orang Saja, Di Sana Beliau Mengasuh Pondok Seorang Diri Di Karenakan Baru-Baru Ini Beliau Habis Di Tinggal Kan Oleh Sang Istri Dan Beliau Belum Memiliki Seorang Anak, Anehnya Setiap Kali Beliau Setelah Memancing Dan Mendapatkan Ikan Selalu Membagikannya Kepada Orang-Orang Di Sekitarnya ,Dan Beliau Hanya Menyisakan Satu Kepala Ikan Yang Utuh Untuk Di Makannya ,Setiap Hari  Kyai Abas Ini Tahajud,Mengulang Al-Qur,An,Mengkaji Kitab Kitab Kuning Layaknya Keseharian Seorang Kyai Umumnya.

Pada Suatu Hari Salah Satu Santri Yang Bernama Miftah Ini Izin Untuk Bermusyafir Ke Suatu Daerah Yang Tepatnya Di Daerah Jawa Tengah ,Seragen,Di Mana Di Daerah Tersebut Terdapat Seorang Wali Karismatik Yang Biasa Di Kenal Sebagai Kyai Hasan ,Beliau Adalah Guru Dari Kyai Abas. Kemudian Sang Kyai Mengizinkan Santrinya Untuk Bermusyafir Ke Daerah Tersebut Dan Juga Sang Kyai Menitipkan Salam Untuk Di Sampaikan Ke Kyai Hasan.

Setelah Datang Di Sragen, Jawa Tengah Santri Ini Melakukan Tujuannya Untuk Bermusyafir, Saat Mau Pulang Santri Ini Ingat Bahwa Ada Pesan Dari Kyai Abas Yaitu Untuk Mensampaikan Salam Ke Gurunya. Tidak Menunggu Lama Santri Ini Mendatangi Kediaman Sang Guru Kyai Abas.

 Saat Sampai Di Sana Santri Ini Terheran-Heran Dengan Kemegahan Dan Kemewahan Kediaman Sang Kyai Hasan Saat Bengong Di Depan Gerbang Kediaman Kyai Hasan Ada Yang Keluar Dari Gerbang Dan Bertanya Ke Miftah Ini Yang Di Perkirakan Dia Adalah Santrinya Kyai Hasan “Badhe Wonten Perlu Nopo Mass, Njenengan Kok Ngelamun Ten Mriki” Dan Miftah Menjawab “Kulo Badhe Nemoni Kyai Engkang Asmo Kyai Hasan,Nopo Niki Nggeh Ndalemme Kyai Hasan” Dan Santri Ini Menjawab “Injih Mass Niki Ndalemme Kyai Hasan” Dan Santri Ini Mengantarkan Miftah Ke Ndalemnya Kyai Hasan, Saat Menyusuri Pondok Ini Miftah Tercengang Dengan Keindahan Dan Kemegahan Pondok Yang Mana Setiap Tembok Terdapat Ukiran-Ukiran Arab Yang Setiap Ukiran Di Cat Dengan Warna Emas Yang Mendominan .Saat Sampai Di Ndalem Kyai Hasan Di Situ Saya Semakin Tercengang Dengan Kebagusan Ndalem Sang Kyai, Saat Sedang Melamun Kyai Hasan Datang Dengan Pakaian Yang Bagus Dan Mahal, Saat Kyai Hasan Duduk Kyai Hasan Langsung Dawuh “Wonten Perlu Nopo Njenengan” Dan Santri Ini Langsung Menjawab “Njenegan Wonten Salam Sakeng Kyai Kulo ,Kyai Abas”Dan Sang Kyai Menjawab “Oh Enggeh, Sampeaken Ten Yaimu ,Ojok Kedunyan Dadi Wong” Dan Sang Santri Ini Bingung Dengan Dawuh Beliau Dengan Membatin “Mosok Kyaiku Seng Koyok Ngunu Sek Kedunyan Op Gak Kedunyanan Kyai Hasan Iki Omah E Gede Apik Maneh”. Akhirnya Santri Ini Berpamitan Kepada Kyai Hasan Untuk Pulang Dengan Pikiran Yang Masih Sangat Bingung Dengan Dawuh Kyai Hasan Tadi .Saat Di Depan Gerbang Disaat Mau Keluar Santri Ini Berbarengan Dengan Kyai Hasan Mau Pergi Dengan Menaiki Mobil Yang Mewah Dan Sang Santri Di Sapa Oleh Kyai Hasan.

Saat Sesampainya Di Pondok Santri Ini Segera Mencari Kyai Abas Untuk Menyampaikan Salam Dari Kyai Hasan Saat Bertemu Kyai Abas Santri Ini Langsung Menyampaikan Salamnya Dari Kyai Hasan “Kyai Njenengan Wonten Salam Sangkeng Kyai Hasan,Terose Njengan Ojo Kedunyan.”Dan Sang Kyai Menjawab “Bender Ae,Sabben Aku Mangan Ndase Iwak Iku aku Mbaten, Sak Umpomo Aku Iso Mangan Daginge Paling Enak, Mergo iku Aku Sek Kedunyan”

 

Penulis                 :Miftahul Farhat Abas


Profil penulis


Perkenalkan, Nama Saya Miftahul Farhat Abas.Lahir Di Surabaya 23 Mart 2006.Ini Adalah Cerpen Pertama Saya Yang Saya Ambil Dari Cerita Nenek Moyang Saya.Saya Sekarang Sedang Melanjutakan Sekolah Di SMA Islam AN-NUURU Yang Berada Di Dalam Lingkup Pondok Pesantren NURUL MUHASABAH WAL MAHABBAH BITAHARIL IMAM Kab.Malang Tepatnya Di Kecamatan Tirtoyudho,Desa Tirtoyudho.Kamu Bisa Menghubungi Penulis Lewat

IG        :@Keim_FX

FB       : مفتح الفرحت ابس

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keterampilan Membaca Kelas XI, Oleh : Tareza Amalia

Keterampilan Membaca Kelas XI, Oleh : Firyal

Keterampilan Membaca Kelas XI, Oleh : Miftahul Farhad Abbas