Cerpen Robi Anak Nakal Oleh : Hanysalailatulzahro

 Robi Anak Nakal

Robi adalah anak dari seorang pengusaha petani yang sukses di sebuah pedesaan.

Robi terlahir dari keluarga yang cukup kaya raya, robi mempunyai 3 bersaudara namun, dia berbeda dari saudara-saudaranya tersebut. Maksud dari berbeda bukan karena anak angkat ataupun yang lain namun, dia berbeda dengan sifat-sifat yang dimiliki oleh saudara-saudaranya tersebut.

Robi sekarang duduk dikelas IX SMA dia termasuk murid yang nakal dalam pergaulan teman-temannya. Dia suka bertengkar, dia pernah di panggil ke kantor hanya karena bertengkar dengan temannya. Dan  pertengkaran ini tidak di pertanyakan masalahnya apa.

Namun, robi memiliki hati yang lembut, dia sangat sopan dengan guru, dia selalu berprestasi selebihnya dia senang besedekah. Pada waktu itu, ada acara rapotan di sekolah mengundang wali murit. Lalu di hari yang tepat pada acara rapotan, orang tua atau ayah robi di panggil ke kantor.

Setelah ayah robi mendatangi acara tersebut, tidak sengaja bertemu dengan robi di pinggir jalan dia sedang membantu kakek-kakek yang lagi kesulitan untuk membawa kayu lalu dia mengasih sebungkus nasi. Ayah lalu berfikir (dia memiliki sifat yang emosinya sangat tinggi namun, dia tidak bisa melihat orang kesusahan apalagi orang tua pengemis).

Setelah sampai dirumah, robi segera menghampiri ayahnya tidak sabar untuk melihat hasil rapot tersebut. Namun, hala yang tidak diinginkan oleh robi terjadi.

Ayah terlihat marah robi pun penasaran lalu robi bertanya ‘’ kenapa ayah terlihat marah?’’ lalu ayah menjawab dengan nada yang tinggi. ‘’ kamu kalau sekolah hanya ingin bertengkar, lebih baik saya ikutkan street boxing daripada saya malu di panggil ke kantor.’’

Lalu, robi segera meminta maaf kepada ayah dan ibunya, ayahnya masih beri ia kesempatan untuk memperbaikinya. ‘’ayah,ibu saya berjanji tidak akan mengulangi hal yang tidak pantas ini, dan membuat ayah ibu malu.‘’

Setelah robi meminta maaf, ayah berkata ‘’tadi guru robi sedikit cerita tentang robi, dia anak yang sopan dia patuh dia memiliki hati yang lembut. Tapi gurunya heran kenapa robi selalu bertengkar.’’

‘’Sebenarnya ayah, saya bertengkar karna ada sesuatu yang mebuat saya emosi besar,’’ ‘’kamu kenapa nak, hal apa yang membuatmu semarah ini sampai bertengkar?’’

‘’ada seorang kakek pengemis yang berjalan melewati segerombol teman saya lalu kakek itu meminta uang untuk makan, namun sama teman saya kakek itu di dorong sampai terjatuh.’’  Robi pun mengahampiri temanyya tersebut lalu bertengkar dengan temannya yang bernama doni sampai temannya itupun kwalahan untuk memisah.

Setelah pertengkaranya itu selesai doni pun merasa kesakitan di wajahnya, akibat bertengkar dengan robi tadi.

Robi bergegas menghampiri pengemis itu lalu memberikan sedikit uang tabunganya. Pengemis itu pun kaget dan berkata ‘’terimakasih nak. Allah menyayangimu,’’ 

Ia kembali kekelas dan meminta maaf kepada doni karna tadi emosi robi tinggi dan robi berkata kepada doni.

‘’Kalau kamu tidak suka dengan pengemis kamu jangan asal dorong kasihan, dia meminta uang untuk membeli makan. Coba bayangkan kalau seandainya kamu dalam posisi itu perasaan kamu bagaimana?’’

‘’Iya robii saya bersalah dan saya akan menghampiri kakek itu untuk meminta maaf.’’  

Setelah guru-guru mengetahui cerita yang sebenarnya guru tersebut juga salut dengan tujuan robi, robi yang terlihat anak yang selalu bertengkar tetapi memiliki hati yang dermawan

                        BERKAH DARI SEDEKAH MENGHIASI SETIAP LANGKAH



                                                                                         Penulis 


 Hanysalailatulzahro

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keterampilan Membaca Kelas XI, Oleh : Tareza Amalia

Keterampilan Membaca Kelas XI, Oleh : Firyal

Keterampilan Membaca Kelas XI, Oleh : Miftahul Farhad Abbas