Secuil Kisah Hidup ( Nia )
Secuil Kisah Hidup
Haii kenalin aku Nani, aku lahir di
Malang pada tanggal 20 September 2004. Boleh yaa curhat dikit aja. Aku sekarang
sudah berusia 18 dan sekarang sedang duduk dikelas 12 SMA. Selama ini aku hidup
hanya dipenuhi dengan sedih dan kesepian, orang tuaku seakan-akan tidak pernah
mempedulikanku, mereka juga tidak mau tau tentang aku maupun tentang apa yang
kulakukan. Dulu waktu aku masih kecil kisaran masih umur7 bulan, kata nenekku
aku sempat mau dilempar dari atas jembatan oleh ibuku, dengan alasan aku nangis
pas diperjalanan pulang dari beli baju. Tapi alhamdulillah gak sempat dilempar
karena aku langsung diambil oleh nenekku, dan lagi waktu aku umur 5 tahun aku
pernah dicambuk, dijentuskan ke tembok, dan dijambak oleh ibuku. Waktu itu aku
hanya melakukan kesalahan yang kecil yaitu aku gamau ngaji karena aku masih mau
melanjutkan nonton kartun kesukaanku. Dan waktu aku umur 10 tahun, ibu pernah bilang ke aku katanya aku bukan
anaknya, katanya aku anak yang dibuang dan ditemukan olehnya, aku gak percaya
akhirnya aku coba tanya-tanya kepada orang-orang sekitar dan juga sempet tanya
ke keluarga dirumah. Tapi, jawaban orang-orang sama semua bahwa aku memang anak
kandung dari ibu dan ayahku, bukanlah anak buangan atau anak haram. Sampai suatu
ketika pas aku menginjak kelas 7 SMP, aku pernah minta HP baru keorang tuaku, alhamdulillah
aku dibelikan HP Advan, dulu HP Advan sudah sangat bagus dijamannya. Tapi
sayang, HP itu hanya berumur 1 minggu saja karena harus pecah disaat aku bawa
main. Akhirnya, aku bilang ke ayahku bahwa HP yang dibelikan kemarin gak
sengaja aku pecahkan, aku dimarahi besar-besaran , sampe ayahku bilang bahwa
dia tidak akan membelikan apapun kepadaku walaupun dia mempunyai uang banyak
dan mempunyai panenan banyak, dan dia juga bilang bahwa aku hanyalah sumber
masalah ditengah keluarga. Waktu itu aku hanya bisa nangis saja, dan karena
ayahku bilang tidak akan mau membelikan apapun untukku, aku akhirnya ikut nenek
mencari daun cengkeh untuk dijual, alhamdulillah uang itu cukup untuk saku
setiap hariku. Dan pekerjaan ini aku lakukan sampe aku duduk dikelas 9. Pas aku
kelas 9 semester 2, akhirnya ada yang nawarin aku buat kerja sampingan membuat
tusuk sate dengan gaji Rp3.000 perjam, aku terima saja hitung-hitung lumayan
buat tambah saku dan buat kebutuhan lainnya. Akhirnya aku kerja selama 1,5
tahun, sampe aku duduk dibangku SMA. Alhamdulillah juga aku bisa sampai beli HP
sendiri dengan uang yang kuhasilkan dari kerja kerasku tadi. Dulu, aku sempat
malu karena aku harus kerja mencari daun cengkeh dan membuat tusuk sate. Malu
dengan teman-temanku juga, karena merasa diusia-usia sepertiku seharusnya lagi
dimasa enak-enaknya bermain denga teman, menghabiskan waktu dengan belajar atau
dengan hal lainnya. Tapi tidak denganku, aku harus bekerja sehabis pulang
sekolah demi aku bisa mendapatkan uang untuk saku setiap hari dan untuk beli keperluan
lainnya. Tapi, setelah aku duduk dibangku SMA kelas 10 semester akhir. Karena
disibukkan dengan tugas-tugas sekolah akhirnya tidak sempat membagi waktu untuk
kerja, dan aku berhenti kerja. Selama aku berhenti kerja aku binggung aku dapat
uang darimana, ya walaupun sama orang tuaku kadang dikasih tapi aku merasa aku
telah merepoti mereka, akun merasa aku hanya jadi beban mereka. Sampai saat ini
pun aku binggung aku mau cari uang dimana, mau kerja apa. Selama aku sekolah
pun aku tidak pernah saku, intinya ada uang buat beli bensin itu udah lebih
dari cukup. Dan orang tuaku gak mau tau, mau aku sekolah atau enggak, mau aku
saku atau enggak, mereka gak mau tau. Terkadang aku binggung dengan pola pikir
orang tuaku, bagaimana bisa-bisanya anak yang butuh bimbingan dan didikan dari
orang tua sepertiku malah dibiarkan saja sehidup-hidupnya. Aku tau mungkin
pikir mereka aku biar bisa hidup mandiri, tapi aku juga masih butuh bimbingan
dan didikan darinya. Tapi gapapa walau begitu aku gak pernah menyesal telah
lahir dikeluarga seperti ini, dengan ini aku jadikan pelajaran bahwa tidak
semua apa yang kita mau, dan tidak selamanya kita akan kebergantungan kepada
orang tua kita, pasti suatu saat kita akan hidup mandiri. Dah segitu aja ya..
kalo misal mau cerita semaunya nanti panjangnya lebih dari Koran wkwk, sekian
terimakasih.
Komentar
Posting Komentar