RANGKUMAN KITAB FIKIH FATHUL MUIN BAB SHOLAT (RIZKI R)
RANGKUMAN KITAB FIKIH FATHUL MUIN
BAB SHOLAT
Kita
pernting memahami tentang ilmu fikih dan sejenisnya dikarenakan dunia dan agama
sangat membutuhkan pemuka agama yang super ahli terutama di bidang ilmu fikih
dalam hadis riwayat imam muslim dalam kitabnya yaitu kitab shahih bukhari
tentang thaharah(bersuci).
إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، حَدَّثَنَا حَبَّانُ بْنُ هِلاَلٍ، حَدَّثَنَا أَبَانٌ، حَدَّثَنَا يَحْيَى، أَنَّ زَيْدًا حَدَّثَهُ؛ أَنَّ أَبَا سَلَّامٍ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِي مَالِكٍ الأَشْعَرِيِّ؛ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: ﴿الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيْمَانِ، وَالْحَمْدُ ِللهِ تَمْلَأُ الْمِيْزَانَ، وَسُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ ِللهِ تَمْلَآنِ (أَوْ تَمْلَأُ) مَا بَيْنَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَالصَّلَاةُ نُوْرٌ، وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ، وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ، وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ
Artinya: ”...Dari Abȗ Mâlik al-Asy’arî, ia berkata: ’Rasulullah saw
bersabda: ’Bersuci itu bagian dari iman, ucapan Alhamdulillâh memperberat
timbangan (kebaikan), ucapan Subhânallâh dan ucapan Alhamdulillâh memenuhi
ruangan antara langit dan bumi, shalat adalah nur (cahaya), sedekah adalah
burhan ”bukti nyata”, sabar adalah pelita dan Al-Qur’an adalah ”hujjah” argumen
yang membela atau justeru yang menuntutmu. Semua orang berusaha. Ia pertaruhkan
(menjual) dirinya. Apakah ia akan membebaskan dirinya ataupun justeru
menghancurkannya’.” (HR Muslim, nomor 223).
Hadits ini begitu besar
kedudukannya, dan merupakan pokok atau sumber dari sumber-sumber keislaman
(ashlun min ushȗl al-Islâm). Di dalamnya disebutkan hal-hal penting sebagai
pedoman Islam (muhimmat min qawâ‘id al-Islâm) bagi kaum muslimin --di kehidupan
dunia dan akhirat. (al-Nawawî, Shahîh Muslim bi-Syarh al-Nawawî (Kairo: Dâr
al-Hadîts, 2001, juz II, h. 102). Makna Thaharah Kata thahȗr, sebagaimana
tersebut dalam hadits di atas, maknanya adalah wudhu, dan thahârah asal
maknanya adalah al-nadhâfah (kebersihan) dan al-nazâhah (ketulusan, kesucian).
Pengertian ini, misalnya dikemukakan Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Bathâl
al-Rakbî, dalam Syarh Gharîb al-Muhadzdzab:
اَلطَّهَارَةُ أَصْلُهَا النَّظَافَةُ وَالنَّزَاهَةُ
Komentar
Posting Komentar