NYANTRI (JUMALI)

 

NYANTRI

 

Pengalaman hidup menjadi santri memiliki cerita dan kesan tersendiri bagi saya yang perna tinggal podok pesantren BITAHARIL IMAM, pengalaman yang tidak bisa dilupakan masa hidup saya.

Semenjak lulus sekoplah dasear saya ingin modok (biar piter ilmu fiqih katanya) hehe, walaupun banyak sebagian orang yang menganggap podok itu seperti PENJARA NERAKA yang mengekang kebebasan dan banyak sekali peraturannya. Bagi saya pondok memang penjara, tapi penjara suci hehe….

Alhamdulillah nya orang tua pun mengabulkan keinginan saya untuk mondok setelah lulus sekolah dasar. Akhirnya saya dan orang tua saya sirvei dari beberapa refensi pondok pesantren, mulai yang terdekat sampai yang jauh, dari mulai pondok salafy hingga modern.

Setelah survei dari beberapa pondok akhirnya saya di daftarkan di podok pesantren BITAHARIL IMAM alhamdulillah diterima sama ROMO KIYAI HAJI AHMAD HASAN akhirnya saya pamit kepada orang tua dan minta ridho agar saya krasan dipondok .

Saya berada di pesantren selam 6 tahun, mulai dari MTS hingga sampai SMA. Banyak sekali pengalaman serta kesan yang saya dapat selama di pesantern, bagi saya pondok pesantren memberikan pelajaran yang sangat berarti.hidup di pesantren mengajarkan saya bagaimana hidup mandiri, jauh dari orang tua, adik, saudara, bahkan kerabat yang selalu menemani.

Kegiatan di pondok sangat padat, mulai dari jam 3 pagi bangun untuk sholat malam, di lanjut ke masjid untuk sholat shubuh, setelah itu bersiap siap ngaji di masjid setelah itu ngaji bersiap siap untuk pergi ke sekolah,kebetulan podok pesantren yang saya tempati adalah pondok pesantren modern jadinya ada sekolahnya, sepulang sekolah saya rapi rapi untuk persiapan ngaji sore yaitu ngaji AL MITAH atau BAHASA ARAB.

Ya sebenarnya hidup di pondok itu enak, cuma belajar, sekolah, ngagi, makan, tidur hehe tapi banyak banget orang tang gak krasan tinggal di pesantren termasuk saya yang punya tekat tinggi.

Berbicara kebersamaan, di pesantren kebersamaan antara santri yang sangat kuat. Saya ingat, jika waktu di jenguk tiba ketika ada orang tua santri yang datang untuk mengunjungi anaknya, pasti wali santri tersebut membawa nasi untuk anaknya serta santri lainnya yang tinggal sekamar.

Dari bungkusan itulah kebersamaan santri yang sangat terlihat, sebelum makan kami menyatukan bungkusan nasi itu menjadi satu sehingga bisa makan sama sama, sampai berebut karena saking ramainya, tapi itu sudah menjadi hal biasa sehingga menjadi sebuah kebersamaan semakin erat. 

Waktu terus berjalan hingga akhirnya saya lulus sari pondok pesantren. Suka dan duka, pahit manis sudah saya rasakan mondok 6 tahun.saya bangga hidup di pesatren karena di pesantren saya sedikit saya ilmu agama. Saya bangga hidupm di pesantren karena di pesantren saya di ajarkan untuk hidup sederhana, puasa, tirakat.

Saya bangga hidup di pesantren karena saya di didik untuk menjadi insan dan islami.dan saya bangga hidup di pesantren karena di pesantren saya tahu bawasannya ilmu dunia serta akhirat harus seimbang agar tak salah melangkah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keterampilan Membaca Kelas XI, Oleh : Tareza Amalia

Keterampilan Membaca Kelas XI, Oleh : Firyal

Keterampilan Membaca Kelas XI, Oleh : Miftahul Farhad Abbas